Tuesday, February 5, 2013

Belajar dari pohon pisang.


... Saudara dan sahabatku .., hari ini sebelum tengah hari aku berjalan-jalan disudut tempat tinggalku melihat rumpun pohon pisang. Berbagai keadaan masing-masing rumpun menunjukkan pertumbuhannya masing-masing, ada yg baru tumbuh, ada yang mulai keluar jantung, ada yang sudah berbuah tinggal tunggu masa panen.

Selagi memperhatikan tumbuhan rumpun tersebut saya memperhatikan setiap batang pisang selalu ada tumbuhan berikutnya baik satu dua atau lebih dari tiga dalam satu rumpun, ohh.. aku terhenyak seketika dalam tarikan napasku, seolah-olah aku mendapatkan kuliah umum dari Universitas Alam Raya makna dari perjalanan hidup. Hmm  terlintas dipikiran betapa sang pencipta memberikan satu pelajaran langsung kepada diriku memberikan pencerahan tentang teori kehidupan yang bukan hanya kamuflase atau tipuan atau angan-angan dan teori buatan manusia.  Pisang dengan pertumbuhan alami mengajarkan kita bahwa menghadapi masa depan kita harus siap dari sejak kecil, berdampingan dengan keluarga terdekat mengikuti masa untuk dapat bertahan hidup.Dalam masa pertumbuhan pisang yang lebih dulu akan keluar buahnya yang dimulai dengan proses jantung dan tangkai buah dan terus membentuk buah. sampai akhirnya jantung itu layu dan tinggal buah ditangkai menunggu masa tua untuk dinikkmati oleh orang.Kita tahu bahwa pisang bukan seperti tanaman lain yang menghasilkan buah sepanjang pohonnya masih hidup, pisang tak kan berbuah dua kali, karena dia akan menghadapi keputusan dan vonis yang sangat tragis dengan dipotong batang sampai ke akarnya, itulah kenyataan yang terjadi bila akan memanen buah pisang. Ada juga yang memanfaatkan daunnya untuk membuat kue atau membungkus makanan, batangnya dibuat tali, atau menjadi pupuk bagi batang pisang lain yang ada dirumpunnya. Walaupun dia sudah tiada namun dia berhasil mendidik generasi selanjutnya untuk dapat berbuah lagi.

Masa berlalu walau dalam dua puluh menit namun tak terasa menetes juga airmataku memaknai filosopi ini, dan dengan rasa syukur kepada Ilahi aku kembali ke tempat kerja ku untuk menorehkan pengalaman ini bagi diriku dan saudaraku yang lain. 

Semoga ini menjadi pencerahan bagi kita membangun keluarga kita menuju masa depan yang lebih baik. Alhamdulillah ya Allah engkau bukakan pintu hidayah bagi diriku melalui pohon pisang dan rumpunnya. Kadang diriku merasa malu dan enggan memakan pisang yang telah memberikan pelajaran bagi diriku tapi masih  tega-teganya memakan buahnya.

Banda Aceh, 5 Feb 13.