Saturday, June 9, 2012

Pesan 25 tahun yang lalu

Salam saudaraku semua.


Pada masa remaja ketika masih dibangku SMP, masa-masa dimana mulai belajar tentang makna kehidupan, saya melihat berbagai macam siisi kehidupan insan disekitar dengan berbagai ragam dalam menjalani kehidupan mereka. Ada yang bersahaja ada yang  berkecukupan bahkan ada yang melebihi dari keluarga yang lain dan bahkan dari kehidupan keluarga kami, nnamun masa itu kami yang ber enam dalam keluarga selalu ditanamkan rasa bersyukur dengan apa yang bisa kita nikmati dalam keluarga. Kalaupun melihat  kelebihan keluarga lain maka lihatlah ke tempat lain keluarga yang lebih sederhana lagi dari kita. Pesan ini selalu didengungkan oleh orang tuaku untuk menanamkan rasa bersyukur sambil terus berusaha dengan belajar yang baik tanpa terpengaruh dengan kehidupan sekitar.

Masa berlalu, hari berganti minggu dan bulan berganti tahun, seiring dengan perjalanan hidup masing-masin kami menjalani menurut kadar dan kemampuan yang ada dari masing pribadi sampai masing membina keluarga masing-masing. 

Setelah menjalani kehidupan keluarga masing barulah kita mendapatkan makna dari pesan-pesan orang tua dulu masa kami masih sekolah dulu, betapa kalau mengingat kembali dalam lebih 25 tahun terasa benar makna itu jauh meresap dalam kalbu dan begitu besar pengaruh dalam menempuh kehidupan ini, kalau lah mungkin rasa syukur itu tidak tertanam awal-awal dalam masa pembinaan dulu, mungkin kami akan tidak siap menghadapi jaman yang tak terbayangkan betapa sangat bertolak belakang dengan kondisi jaman dulu.

Disini saya mengambil hikmah apapun kita adanya, memang harus menjadi pribadi kita sendiri dan belajar bersyukur dan sabar dalam menjalani kehidupan kita. Berbaik sangka dengan sesama, berbuat baik, membantu yang patut dibantu dan selalu berdoa dalam kesyukuran segala anugerah yang kita dapatkan untuk menjalani kehidupan kita. Berusaha pasti, soal rejeki sudah diatur oleh yang "Khalik" kepada setiap hambanya yang mau berusaha, karena pencipta agung selalu mengasihi hambanya walau kita kadang dan bahkan selalu lupa kepada "Al Khalik " dengan apa yang telah kita terima dan kita nikmati.

Salam.


No comments:

Post a Comment