Ketika aku terjaga dari tidurku, aku mendengar sayup-sayup dipuncak menara surau kampung mengalun suara pengajian menjelang subuh, hmm tanda bahwa aku masih mendapatkan nikmat untuk berbuat lebih baik lagi hari ini, apakah itu untuk diriku, keluargaku ataupun untuk orang lain.
Aku segera bangun dan bergegas untuk persiapan shalat subuh dan bersyukur kepada "Khalik" agar perjalanan hari ini akan mendapatkan berkah dan ridha Nya.
Ketika melangkah keluar pintu rumah yang diantar sang isteri, aku melangkahkan langkahku menuju tempat kerja sederhanaku.. yang selalu menjadikan aku merindukan dia dipagi untuk bergegas menyapanya, dan bergaul kembali seharian tuk menunjang aktifitas hari ini.
Dalam perjalanan aku dapat merasakan segarnya udara pagi dari pepohonan yang tumbuh dari sekitar kampung, terasakan nikmat udara segar menyapa hidungku terus dan terus menyusuri lorong tenggorokanku. Aku bersyukur nikmatnya udara yang cuma-cuma ini dari sang pencipta. aku bayangkan kalaulah 1 jam aku di dalam Emergency Room alias gawat darurat maka sudah dipastikan pendapatanku yang juga gawat darurat tak mampu untuk membayarnya.
Apapun produk yang dihasilkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup tentu tidak akan sama dengan standard yang diberikan Allah pada makhluknya seumuran untuk menjalani hidupnya. Sudah menjadi satu standard yang diberikan Allah bagi makhluknya untuk menggunakannya sebatas masa pakai yang bersesuaian. Apakah itu dipakai sampai habis umur ataupun mungkin berkurang walau kita masih beraktifitas. Karena boleh jadi semua pendukung itu ada yang hanya dipakai satu hari atau tidak sama sekali dalam hidupnya, terbayangkan tak bahwa manusia yang terlahir tak dapat melihat tapi dia masih hidup, itu bermakna salah satu standardnya memang sudah ditakdirkan Allah untuk tidak diberikan karena kekuasaan dan rahasia Allah. Namun demikian dengan rasa syukur juga orang tuna netra boleh juga menikmati hidupnya dengan cara dia sendiri dan kasih sayang sesama yang saling mendukung, semakin bermakna bagi yang lain saling memberi dan menerima. Sudah menjadi kodrat manusia ingin komplit semuanya, tapi kita kembali kepada rahasia Allah bahwa semua yang Allah bagikan kepada kita, Allah lebih mengetahuinya, tidaklah kuberikan manusia ini pengetahuan tetapi hanya bagian kecil dari yang kecil .. subhanallah.
Jadi begitulah yang kurasakan dari kisaran masa sepagi ini, mungkin saya harus lebih banyak lagi bercermin dan berkaca diri apakah dapat menjadikan diriku untuk berbuat lebih baik lagi sampai nanti malam menjelang tidurku ? aku berharap dan berdoa moga saja aku mendapatkan kesempatan itu untuk berbuat lebih banyak lebih baik dan lebih baik lagi.
Salam
No comments:
Post a Comment