Sunday, June 10, 2012

Bila hati tak pernah tulus ....

Salam saudara dan sahabatku ..,


Pagi ini ada salah seorang kawan kerja datang padaku, bertanya tentang kesehatan kawan kami yang sekarang ini mengalami sakit stroke ringan. Kawan tersebut bertanya bang bisa tidak abang tolong terapi kawan kita tersebut agar bisa sembuh dengan izin Allah ? Karena apa yang kami ketahui abang boleh menolong orang lain dengan terapi yang abang buat, saya menjawab saya sudah dua kali datang ke rumahnya menolong terapi sakitnya. Sejujurnya ada rasa prihatin dalam hatiku melihat kondisi temanku tersebut, namun apa daya mungkin Allah akan memberikan pelajaran bagi kita tentang makna hidup ini.

Dalam dua kali kunjungan itu saya merasakan masa-masa terapi itu energy seperti tidak bekerja dengan maksimal kepada si sakit. Sebelum terapi, saya selalu mengawali dengan pesan dan nasehat, dalam kita membuat usaha ini hendaknya hati kita saling tulus dan ikhlas serta berdoa kepada yang maha kuasa sang pencipta agar kita diberikan berkah dan karunia kesehatan. Jadi dengan demikian maka proses penyembuhan itu akan berjalan dengan baik dan benar walau hasil akhir kita serahkan kepada kasih sayang Allah kepada kita.

Dia juga bahkan sudah pergi ke negeri jiran untuk melakukan check kesehatannya, sebelum keberangkatan juga saya pesan jangan lupa mohon doa restu orang tua dan salam ibu, kita mohon maaf agar terapi kita nanti di negeri orang akan berjalan dengan baik, tetapi apa yang saya dengar dari dia dan teman-teman dekatnya memberikan gambaran bahwa dari yang punya badan merasa tidak ada sakit dan berobat itu hanya langkah yang sia-sia belaka. Lebih baik balik ke Indonesia saja dan nanti kita berobat kampung saja mungkin bukan sakit medis karena ada orang yang tidak suka dengan dia.

Dari kejadian diatas bisa dapat kesimpulan bahwa bila hati kita sudah tidak menerima masukan dan saran yang baik maka kecil kemungkinan untuk proses penyembuhan akan berjalan dengan baik karena kita sebagai orang sakit tidak pernah membersihkan hati kita dulu sebelum melakukan terapi baik medis maupun non medis. Bagaimana sang pencipta mau memberikan berkahnya kalau kita sendiri tidak yakin dan ingin merubah kondisi kita.

Semoga ini menjadi inspirasi bagi pencerahan diri kita untuk menjadi yang lebih baik.
Amin


Salam mesra selalu.

Saturday, June 9, 2012

Pesan 25 tahun yang lalu

Salam saudaraku semua.


Pada masa remaja ketika masih dibangku SMP, masa-masa dimana mulai belajar tentang makna kehidupan, saya melihat berbagai macam siisi kehidupan insan disekitar dengan berbagai ragam dalam menjalani kehidupan mereka. Ada yang bersahaja ada yang  berkecukupan bahkan ada yang melebihi dari keluarga yang lain dan bahkan dari kehidupan keluarga kami, nnamun masa itu kami yang ber enam dalam keluarga selalu ditanamkan rasa bersyukur dengan apa yang bisa kita nikmati dalam keluarga. Kalaupun melihat  kelebihan keluarga lain maka lihatlah ke tempat lain keluarga yang lebih sederhana lagi dari kita. Pesan ini selalu didengungkan oleh orang tuaku untuk menanamkan rasa bersyukur sambil terus berusaha dengan belajar yang baik tanpa terpengaruh dengan kehidupan sekitar.

Masa berlalu, hari berganti minggu dan bulan berganti tahun, seiring dengan perjalanan hidup masing-masin kami menjalani menurut kadar dan kemampuan yang ada dari masing pribadi sampai masing membina keluarga masing-masing. 

Setelah menjalani kehidupan keluarga masing barulah kita mendapatkan makna dari pesan-pesan orang tua dulu masa kami masih sekolah dulu, betapa kalau mengingat kembali dalam lebih 25 tahun terasa benar makna itu jauh meresap dalam kalbu dan begitu besar pengaruh dalam menempuh kehidupan ini, kalau lah mungkin rasa syukur itu tidak tertanam awal-awal dalam masa pembinaan dulu, mungkin kami akan tidak siap menghadapi jaman yang tak terbayangkan betapa sangat bertolak belakang dengan kondisi jaman dulu.

Disini saya mengambil hikmah apapun kita adanya, memang harus menjadi pribadi kita sendiri dan belajar bersyukur dan sabar dalam menjalani kehidupan kita. Berbaik sangka dengan sesama, berbuat baik, membantu yang patut dibantu dan selalu berdoa dalam kesyukuran segala anugerah yang kita dapatkan untuk menjalani kehidupan kita. Berusaha pasti, soal rejeki sudah diatur oleh yang "Khalik" kepada setiap hambanya yang mau berusaha, karena pencipta agung selalu mengasihi hambanya walau kita kadang dan bahkan selalu lupa kepada "Al Khalik " dengan apa yang telah kita terima dan kita nikmati.

Salam.


Hm ...pagi yang indah

Pagi-pagi,


Ketika aku terjaga dari tidurku, aku mendengar sayup-sayup dipuncak menara surau kampung mengalun suara pengajian menjelang subuh, hmm tanda bahwa aku masih mendapatkan nikmat untuk berbuat lebih baik lagi hari ini, apakah itu untuk diriku, keluargaku ataupun untuk orang lain. 

Aku segera bangun dan bergegas untuk persiapan shalat subuh dan bersyukur kepada "Khalik" agar perjalanan hari ini akan mendapatkan berkah dan ridha Nya. 

Ketika melangkah keluar pintu rumah yang diantar sang isteri, aku melangkahkan langkahku menuju tempat kerja sederhanaku.. yang selalu menjadikan aku merindukan dia dipagi untuk bergegas menyapanya, dan bergaul kembali seharian tuk menunjang aktifitas hari ini.

Dalam perjalanan aku dapat merasakan segarnya udara pagi dari pepohonan yang tumbuh dari sekitar kampung, terasakan nikmat udara segar menyapa hidungku terus dan terus menyusuri lorong tenggorokanku. Aku bersyukur nikmatnya udara yang cuma-cuma ini dari sang pencipta. aku bayangkan kalaulah 1 jam aku di dalam Emergency Room alias gawat darurat maka sudah dipastikan pendapatanku yang juga gawat darurat tak mampu untuk membayarnya.

Apapun produk yang dihasilkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup tentu tidak akan sama dengan standard yang diberikan Allah pada makhluknya seumuran untuk menjalani hidupnya. Sudah menjadi satu standard yang diberikan Allah bagi makhluknya untuk menggunakannya sebatas masa pakai yang bersesuaian. Apakah itu dipakai sampai habis umur ataupun mungkin berkurang walau kita masih beraktifitas. Karena boleh jadi semua pendukung itu ada yang hanya dipakai satu hari atau tidak sama sekali dalam hidupnya, terbayangkan tak bahwa manusia yang terlahir tak dapat melihat tapi dia masih hidup, itu bermakna salah satu standardnya memang sudah ditakdirkan Allah untuk tidak diberikan karena kekuasaan dan rahasia Allah. Namun demikian dengan rasa syukur juga orang tuna netra boleh juga menikmati hidupnya dengan cara dia sendiri dan kasih sayang sesama yang saling mendukung, semakin bermakna bagi yang lain saling memberi dan menerima. Sudah menjadi kodrat manusia ingin komplit semuanya, tapi kita kembali kepada rahasia Allah bahwa semua yang Allah bagikan kepada kita, Allah lebih mengetahuinya, tidaklah kuberikan manusia ini pengetahuan tetapi hanya bagian kecil dari yang kecil .. subhanallah.

Jadi begitulah yang kurasakan dari kisaran masa sepagi ini, mungkin saya harus lebih banyak lagi bercermin dan berkaca diri apakah dapat menjadikan diriku untuk berbuat lebih baik lagi sampai nanti malam menjelang tidurku ? aku berharap dan berdoa moga saja aku mendapatkan kesempatan itu untuk berbuat lebih banyak lebih baik dan lebih baik lagi.

Salam